Assalamu 'alaikum.
Teruntuk saudara-saudaraku...
ikhwah fillah, kaifa haluk wa imanuk? ana punya sebuah artikel, mudah-mudahan bisa meningkatkan ghiroh antuna dalam memulai misi da'wah telah kita rencanakan.
ikhwah…
sungguh berat menjalankan sebuah misi mulia bila iman kita lemah, hati kita banyak guratan maksiat dan pikiran senantiasa berangan-angan tentang dunia, alih-alih mndulang hamasyah, yang terjadi adalah sebaliknya, redup semangat, lemah tekad, sedikit berbuat, menyerah dengan keadaan saudaraku, tak ada sarana yg indah bagi kita untuk tumbuhkan kekuatan, melainkan kesadaran & keinsyafan diri, bercermin & merenung, lalu bertanya "aina nahnu min haulad?" (dimana posisi kita diantara mereka?). Mereka yg memperoleh ridho Allah, mereka yang mendapatkan syahadah, mereka penghantar kemenangan,mereka yang telah berkorban jiwa, raga & harta mereka, tidak berkata kecuali sami'na wa tho'na, mereka yang jujur & menepati janjinya pada Allah, mereka yang mendahulukan kepentingan Allah & rasul ketimbang kepentingan pribadi.
Saat genderang jihad ditabuh, jiwa-jiwa yang lemah akan terasa berat melangkah, khawair, takut, cemas, beradu menyatu menyesakkan nafas seakan dihadapkan dengan kematian, sedang mereka melihatnya.
Jiwa-jiwa mu'min, selalu merindukan syurga, ringan langkah serta respon menyambut seruan, sadar akan apa yang Allah niatkan :"Wa'aasa an takhoru syaian wahuwa khoirul lakum wa asaa an tuhibbu syaian wahuwa sarrun lakum" (boleh jadi kamu membenci sesuatu (jihad) padahal ia amat baik bagimu,...).(Q.S.2:216).
saudaraku, ingatlah tatkala rasul saw dihadapkn pada situasi genting, berhadapan dengan pasukan kafir di Badr, dan sebagian kaum mu'min gelisah dan takut? Disitulah jiwa-jiwa mu'min sejati nampak tegar. Miqdad bin amr ra. (komandan sayap muhajirin) bersuara lantang :"Yaa Rasulullah!Imdi lima arookalloh fanahnu ma'aka" --laksanakan apa yang telah Allah perintahkan dan kami semua bersamamu, demi Allah kami bukan seperti bani israil kala berkata pada Musa :"Berperanglah kamu wahai Musa bersama Tuhanmu,kami akan menunggu disini sampai kalian berdua menang, tetapi ya Rasulullah,kami menegaskan, berjuanglah bersama Tuhanmu, sungguh kami semua pasti bersamamu, demi Dzat Yang Mengutus engkan dengan haq, andaikata engkau mengajak kami untuk menundukkan ganasnya pegunungan, menyebrangi luasnya lautan dan menembus batas-batas bumi sekalipun, kami akan tetap bersamamu". Kata-kata ini diucapkan juga oleh komandan anshor Sa'ad bin Muadz ra.
ikhwati fillah, aina nahnu min haula? bercerminlah kita pada mereka… bertanyalah kita pada diri kita… dan Rasul bersabda :"Siruu wabsiruu" (sambutlah seruan itu dan berbahagialah dengan kemenangan yang dijanjikan Allah). (dikutip dari tarbiyyah).
Saudaraku, mari kita bergerak saat yang lain istirahat. Mari kita bekerja saat yang lain diam. jangan pernah tertipu dengan gemerlap hidup orang lain. Ingatlah bahwa amal yang kita lakukan, nilainya ada pada bagaimana kita mengakhiri hidup kita dengan amal shalih tersebut. Jadilah orang-orang yang senantiasa mencari ridho-Nya. Luruskan niat, niatkan karena Allah, bukan karena proker dan sebagainya. Kita menyembah Allah, bukan menyembah da'wah, da'wah hanya strategi dalam mencapai rahmat-nya.
Untuk saudara-saudaraku yang sedang mengalami penurunan ketaatan (futur).. tetaplah disini saudara-saudaraku. Di jalan keimanan. di jalan keislaman. Tetaplah bersama meniti jalan ini sampai usai,hanya sampai kita meninggal koq, ikhwah..kita semua mungkin telah letih karena perjalanan ini memang amat panjaaang dan amat berliku, tapi tetaplah disini dan jangan menjauh. Yakinlah, kenikmatan yang kita rengguk di jalan ini, jauh lebih banyak dibanding yang dilakukan orang-orang lalai. Keindahan yang kita alami disini, sangat lebih indah daripada keindahan yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini. Jangan berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan, keindahan, kebahagiaan yang sering kita lihat dari orang-orang yang jauh dari tuntunan Allah. Tetaplah disini. Antum..arruhul jadid fii jasadil ummah..ingat itu, saudaraku!
Ikhwah fillah, mudah-mudahan artikel diatas dan sedikit tausiyah ini bisa membuat kita lebih berintrospeksi pada diri kita masing-masing. Ana uhibukum fillah..semoga Allah senantiasa memelihara ukhuwah yang indah ini, menyatukan hati-hati kita dijalan da'wah ini, hingga kita dipertemukan kembali kelak di jannah-Nya. Aamiiin.
Wallahu'alam.